IEDUL FITRI 1447H/2026 DENGAN KILAUAN CAHAYA JIWA
Terpercik air sejati karena
deburan ombak peradaban
Kita terus berenang di pantai nan sepi tiada riak
Ketika senja telah membungkus baskara
Tersungkur dalam lorong- lorong ibadah
Ketenangan gelombang yang tiada tara
Karang pun tak bersuara
Hanya menyatukan cahaya hati dalam jiwa menggapai taqwa
Di tepi batas sepi nan cukup panjang
Aneka godaan menerjang dan menghempas jiwa-jiwa nan kokoh
Ingin selalu mengungkap resah hati pada ilahi rabbi
Meski cahaya hati kerapkali tersengal dalam sinar kesucian rahman dan rahim
Kasih sejati menembus nurani
Memecah ombak nafsu angkara duniawi agar terus menepi di sepanjang bentangan pesisir lautan kekeliruan peradaban di bumi
Deburan ombak berubah indah, meski menghempas karang dalam keteguhan niat serta iman
Meski dalam cengkraman gerimis senja dan petang pun menghitam
Namun senja yang indah menuh kenangan perlahan hadir yang membuai rasa bahagia, hati pun kuat tak pernah goyah, seketika jiwa pun lapang
Berdesir rasa jiwa sesaat perpisahan sementara Ramadhan 1447 H
Timbul berbagai ungkapan penuh cinta atas kehadiran iedul fitri menawat resah hati melintasi batas peradaban tanpa akhir
Iedul Fitri dipenuhi ragam bahagia serta cinta yang selalu terukir abadi
Cinta nan mengalun nada kehidupan selanjutnya dengan langkah penuh tenaga arungi dunia
Lambaian cahaya mentari di penghujung senja pada Ramadhan 1447 H tertulis angka 2026 M pada lipatan Daun-daun Nyiur
Tak pernah henti rasa syukur mengalun nyata di ruang-ruang pengabdian sebagai ibadah
Lantas sinar pun menghilang di akhir Ramadhan 1447 H, disambut pagi dengan derap embun-embun dan dedaunan menghijau di awal Tahun. Kini telah tiba 1 Syawal 1447 H pertanda kemenangan insan yang bertaqwa telah diraih.
Sementara derai tawa dan suka cita penuh senyuman berhias hati penuh ketulusan untuk saling memaafkan atas segala khilaf dan salah
Ketika hati telah terpikat lantunan lagu-lagu penuh do’a untuk hidup penuh barokah, taufiq, dan hidayah
Secuil syair pun hadir dalam bulir-bulir rindu dengan Ramadhan yang berlalu
Berharap lentera Ramadhan tetap nyala abadi
Menambah bingkai-bingkai cahaya sukma sejati nan meliputi hari atau waktu
Tak ingin lagi kegelapan peradaban warnai kehidupan
Sampai larut malam kehangatan Ramadhan 1447 H dapat membuka pintu-pintu cinta tanpa tirai
1 Syawal 1447 H/Maret 2026 M, resonansi getaran senyuman nan penuh makna, dibarengi cahaya ikhlas merona jiwa dan raga
Bagai menyusun kembali ranting-ranting kayu kering dengan penuh gelora cipta rasa dan karsa
menuju titik tertinggi makna sejatinya kehidupan
Ketika untaian nada-nada suara tasbih, tahmid, dan takbir menggema menyambut
cahaya fajar 1 Syawal 1447 H melintasi riak-riak gelombang peradaban dunia. Larut dalam zikrullahi katsira, Laailahailallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhan.
SELAMAT MERAYAKAN IEDUL FITRI 1 SYAWAL 1447 H/2026, taqoballahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.
(puisi/unzn/jkt.3/2026)
(Unzn)












