PRESIDEN PRABOWO: UPAYA PERDAMAIAN DUNIA, “RIGHT MUST BE RIGHT”
Resolusi damai atas konflik Israel-Palestina guna mengakhiri berbagai bentuk kekerasan bersenjata, pembunuhan, khususnya terhadap perempuan dan anak (masyarakat sipil), infrastruktur serta kerusakan lingkungan hidup yang sangat massif dalam rentang waktu yang begitu Panjang, baik di Gaza-Palestina maupun di Israel. Untuk itu, inisiatif Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengupayakan suatu perundingan yang komprehensif. Majelis Umum PBB sebagai fasilitator Upaya perdamaian tersebut – telah ditunjukan – melalui kehadiran berbagai delegasi dunia dalam kerangka membangun kesadaran global tentang pentingnya penghormatan terhadap prinsip hukum internasional, sehingga rangkaian upaya yang dilakukan tersebut bisa dinilai secara objektif serta adil bagi semua pihak.
Situasi yang semakin konstruktif dan progresif bagi terwujudnya kemerdekaan penuh bagi Palestina. Oleh karena itu, melalui Sidang Umum Majelis PBB telah memberikan ruang-ruang penyampaian pandangan, konsepsionalitas, dan gagasan dari berbagai negara sesuai dengan ketentuan “rumah tangga” PBB, serta penghormatan terhadap konstruksi hukum menurut prinsip-prinsip dan atau normatif Hukum Internasional.
Bahwa, konflik antara Israel dan Palestina perlu diselesaikan dalam semangat kebersamaan dan kekeluargaan sebagai penduduk dunia. Itu sebabnya, perlu menghindari sikap pandang yang picik dan rasionalitas sempit, ambisi yang tidak patut serta tindakan yang berlebihan.
Berbagai pandangan dunia, mestinya sudah dapat diserap oleh negara peserta yang dapat dijadikan sebagai titik-tolak lahirnya skema perdamaian yang bulat, totalitas, kepastian, dan berkeadilan.
Bahwa disisi lain, menurut Dr. Undrizon, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal DPP PERTI, seketika peradaban (civilization) akan terus bergerak tak terhenti, dan roda dinamika kehidupan masyarakat dunia yang semakin terbuka, hubungan antar masyarakat global dengan dukungan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. Sehingga menjadikan entitas global sama-sama berada di posisi yang strategis. Akibatnya segala model tindakan dan perbuatan yang merusak peradaban manusia – di depan mata – akan dinilai secara langsung dan terbuka oleh publik global.
Meskipun perubahan itu dinilai dari sudut pandang berbeda tetapi kehancuran perikehidupan manusia akan terus berpotensi memapar hati nurani manusia yang lurus serta jujur. Apakah dari dimensi warna kulit, keyakinan, agama, pendidikan, suku, golongan dan lain sebagainya. Maka itu, tetap saja secara subjektivitas masyarakat global telah memandang sama, betapa Palestina telah masuk dalam situasi kehancuran kemanusiaan yang semakin parah. Dan, secara objektivitas, sudah waktunya dunia mengatakan yang benar itu benar yang salah itu salah. Dalam kesempatan Sidang Umum PBB tersebut, presiden Prabowo, mengingatkan para pemimpin dunia, agar mengangkat kembali keterpurukan serta kehancuran jiwa raga yang dialami Masyarakat Gaza, kita harus: “right must be right.”
Itu sebabnya, Presiden Prabowo, menyatakan dalam pidatonya pada 23 September 2025 di depan Sidang Majelis Umum PBB, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, bahwa perlu mengangkat kembali kualitas kehidupan warga Palestina, agar mereka mampu menggapai harapan, dan mewujudkan mimpi-mimpi terbaiknya dalam tatanan kehidupan baru yang lebih menyejahterakan kehidupan rakyat Palestina, kehidupan yang aman, berkeadilan, dan merdeka. Sehingga PBB harus terus diperkuat untuk tujuan yang berkelanjutan (sustainable goals) tersebut bagi perdamaian dunia (the world peace). Bahkan, presiden Prabowo, menekankan: “kita tidak boleh mundur atau menyerah, “we must not give up, and surander” – tetapi terus membangun semangat “standing for all.”
Palestina harus juga bisa kembali kuat berdikari sebagai negara merdeka, berdaulat, dan sejahtera. Palestina yang terbebas dari rasa takut, tekanan psikologis, dan kehidupan keluarga yang bahagia. Tentunya capaian melalui upaya-upaya PBB, juga termasuk terhadap kondisi warga bangsa di berbagai negara yang mengalami situasi konflik dan atau perang. Semoga Negara Palestina yang utuh akan segera terwujud. Amin ya rabbal’alamin. (Unzn)
Sumber Video : Berita Satu









