Indonesia-Komisi Eropa: “Building a Bridge For Society”
Bukan pula secara kebetulan, H. Prabowo Subianto, yang mana pernah menjabat selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia, yang kini telah diamanatkan menjadi Krpala Negara/Presiden Republik Indonesia ke – 8 sejak Oktober 2024 sampai dengan hari ini. Sementara itu, Ursula Von Der Leyen, yang mana sebelumnya pernah pula menjabat selaku Menteri Pertahanan Negara Jerman. Dia adalah Sosok Wanita tangguh, dan cerdas, sehingga kini telah menghantarkannya menjabat selaku Presiden Uni Eropa, persekutuan yang terdiri dari banyak negara. Dan, pernah juga berkiprah di dalam aktivisme Partai Politik. Begitu juga dengan Presiden Prabowo Subianto, yang berhasil menghadirkan Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) pada pelataran perpolitikan di tanah air, Indonesia. Jadi, Keduanya adalah Presiden yang memiliku latar belakang politik yang agak mirip. Sehingga memungkinkan mereka memiliki pandangan tentang politik strategis kenegaraan dan kebangsaan yang kuat, maka itu keduannya terkesan memiliki cita dan semangat yang sama, yakni penguatan eksistensi negara untuk mencapai tujuan nasional secara konstitusional. Karena itu, ada sudut pandang yang menarik dari pertemuan antara dua mantan Menhan tersebut. Presiden Ursula menegaskan bahwa Uni Eropa akan terbuka untuk peluang kerjasama dalam arus dinamika geoekonomi dan geopolitik. Sehingga Presiden Ursula, pada pertemuan bilateral tersebut yang terselenggara di Kantor Pusat Uni Eropa, Berlaymont Building, Brussel, Belgis, pada Minggu 13 Juli 2025. Karena secara jelas menyebutkan, bahwa Uni Eropa dan Indonesia sudah semestinya: “Building a Bridge for Society”. Bahwa, antara kedua negara, khususnya Komisi Eropa membuka peluang untuk rakyat Indonesia dalam urusan investasi, pendidikan dan lain sebagainya. Boleh jadi pula, selaku mantan Menhan, tentunya Presiden Ursula senantiasa memikirkan dimensi strategik terkait kerjasama antara keduabelah pihak. Sehingga dalam rentang waktu – Uni Eropa mampu mengimbangi dinamika perkembangan yang berlangsung di kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia, Asean, Apec, dan lain-lain. Begitu juga dengan Presiden Prabowo Subianto, selain menegaskan pentingnya implikasi dari politik luar negeri bebas aktif, maka peluang ini juga akan memperluas kerjasama global. (Unzn)
Sumber Video: Merdeka.com










