• ORGANISASI
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
Persatuan Tarbiyah Islamiyah ( Perti )

Alamat Kantor:
DPP PERTI, Jl. Rawamangun No.11, RT.11/RW.2, Rawasari, Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570

  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran
No Result
View All Result
  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran
No Result
View All Result
=
No Result
View All Result
Home Tokoh

H. RUSLI HALIL: Pentingnya Penguatan Dharma Bakti Kepada Bangsa Dan Negara

by Abdul Hamid
September 2, 2025
in Tokoh
1 0
0
H. RUSLI HALIL

H. RUSLI HALIL

H. RUSLI HALIL: Pentingnya Penguatan Dharma Bakti Kepada Bangsa Dan Negara

Sosok politisi dan pebisnis yang menjadi salah seorang pencetus fusi empat partai politik islam (Partai Islam PERTI, NU, PSII, dan Parmusi) – menjadi fondasi fakta historis, sosiologis, dan yuridis – berdirinya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1973. Dan, pernah mengemban tanggungjawab selaku Presiden PPP. Lebih jauh, Buya Rusli Halil, selaku Ketua Umum DPP PERTI, pernah juga menegaskan terkait hal-hal pendorong guna menghadapi Pembangunan Lima Tahun (PELITA) ketika itu. Bahwa, PELITA kita yang kedua, dari pengalaman PELITA Pertama, pemerintah kita telah mengambil kesimpulan, bahwa dengan PELITA Kedua ini, soal-soal yang dibangun tidak hanya sekadar berupa pembangunan ekonomi semata, tetapi di seluruh bidang sosial, budaya, agama, dan pendidikan malah ini menentukan berhasil atau tidaknya terakhir dari tujuan PELITA tersebut.

Maka, dengan dasar pengetahuan inilah maka kami menyongsong, mempersiapkan diri pada generasi-generasi muda kita untuk mampu menghadapi-menjadi kader, menjadi kader pembangunan-pembagunan yang akan melaksanakan PELITA kedua itu dengan sebaik-baiknya untuk dapat mencapai sasarannya.

PELITA itu telah disusun baik oleh pemerintah, ahli-ahli terdidik, dicari modal-modal yang telah dapat baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri tetapi kalau tidak ada kader yang akan melaksanakan semua itu akan hampa belaka. Maka oleh sebab itulah, kami persiapkan, kami up-grade, kami tatar santri-santri kami yang menjadi tanggung-jawab kami untuk dapat menghadapi semuanya ini.

Kita mengerti bahwa madrasah-madrasah dan pendidikan-pendidikan agama ini umurnya telah jauh lama dari sejarah tanah air kita ini, sebelum penjajahan Belanda dia telah hidup. Sebelum penjajahan Belanda, kalau orang Indonesia-yang barangkali pada waktu itu ’namanya bukan orang Indonesia’, mereka jarang yang buta huruf, karena mereka itu tahu tulisan Arab yang pada waktu itu dinamakan tulisan Melayu. Pada waktu itu, boleh kita katakan kurang mengenal buta huruf, karena mereka itu melek huruf, mengerti tulisan Melayu, tulisan Arab kita yang sekarang ini.

Begitu jauh sejarahnya madrasah-madrasah ini. Setelah datang zaman penjajahan Belanda, dia diganyang, dia dirajam oleh pemerintah Belanda. Tidak pernah dapat bantuan tetapi hanya selalu gangguan tapi dia terus hidup. Kemudian datang pula zaman penjajahan Jepang apalagi. Sekarang sampailah kita pada zaman-zaman-nya merdeka, sekarang zaman pembangunan, itu sama artinya, kita akan menghadapi pembangunan.

Mari kita gali dan harus menemukan dimana letak rahasia sebenarnya, dari kemampuan mereka berjuang selama ini, dari kemampuan mereka hidup tanpa bantuan selama ini, tanpa bimbingan selama ini. Kita harus ketahui dimana letak rahasianya. Rahasia inilah yang akan kita manfaatkan, rahasia inilah yang akan kita upgrade, kita sesuaikan dengan kehendak zaman, kita sesuaikan dengan modernisasi sekarang ini. Rahasianya tidak-lebih, adalah terutama sekali karena pribadi-pribadi para Ulama yang memimpin sekolah itu, jauh menonjol masuk ke dalam masyarakat.

Pengaruh pribadinya jauh masuk, mencekam ke dalam tubuh masyarakat. Dia menjembatani masyarakat ini, dan pribadi-pribadi inilah yang menjadi sebab maka mereka tahan menghapai rajaman penjajahan Belanda maupun zaman pemerintahan Jepang. Ini yang ingin kita gali rahasianya, dan dari inilah kita mau meng-upgrade, meningkatkan manfaat daripada pribadi-pribadi, yang mana kenyataan-nya sekarang kurang terawat, sehingga makin hari makin berkurang. Ini yang kita mau manfaatkan. Kita mau manfaatkannya baik dari segi pendidikan, baik dalam segi pembangunan yang lainnya, dan menangkap, serta mengambil partisipasi rakyat yang kita butuhkan dalam pembangunan sekarang ini.

Inilah rahasianya, dan inilah maksud dari kami untuk mengadakan Musyawarah Nasional ini. Oleh karenanya, kami minta bantuan, yang kami minta respons, yang kami minta do’a, petunjuk-nasehat dari seluruh masyarakat, supaya kami dapat melaksanakan tugas kami dengan sebaik-baiknya.

Sekarang, bangsa-bangsa di luar bangsa kita di dunia ini, melihat ke arah kita, bangsa Indonesia, apakah yang akan bisa dikerjakan oleh bangsa Indonesia yang telah mulai maju sekarang ini.

Dan, tahun 1970 ke bawah ekspor dari tanah air kita baru paling tinggi 900 juta Dollar se tahun. Tetapi, sekarang di tahun 1974 ini, dari minyak saja kita akan capai lima miliar Dollar. Belum lagi kayu-nya, belum lagi karet-nya, belum lagi timah-nya, belum lagi semuanya.

Kalau dulu kita ngeri mendengarkan bahwa Soekarno, pemerintah Orde lama (Orla), yang meninggalkan utang 2,5 miliar Dollar. Alangkah jahatnya, anak cucu kita-kemudian akan membayar utang itu. Nah ! Sekarang mungkin telah mencapai angka 6 (enam) miliar Dollar atau 5 (lima) miliar Dollar. Tapi kalau kita lihat kemampuan kita sekarang, itu soal kecil.

Eksploitasi dari minyak yang makin hari-makin meningkat, semuanya dapat kita harapkan untuk dapat membantu, untuk segera dapat kita manfaatkan. Oleh sebab itu kita dapat melihat bahwa jauh sebelum tanggal 15 dan 16 Januari, ini barangkali perlu diketahui, yang sama semua kita ketahui terjadi aksi subversif di pusat. Bapak Presiden Soeharto telah berani mengemukakan bahkan jauh sebelum (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) disusun, dalam hal ini sebelum Tengku Muhammad Saleh, dan kita, yang juga Anggota DPR, yang duduk untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengetahui hal ini. Bahwa jauh sebelum RAPBN dibuat maka Presiden telah berani mengatakan akan membangun 8 (delapan) ribu sekolah, akan menaikan gaji pegawai, yaitu : dengan berani dia katakan, ’supaya kemakmuran itu cepat dapat dirasakan’. Oleh karena itu, kita melihat keinginan baik dari dia. Sebab kalau kita pikir, memang dalam hal ini bahwa rahmat Tuhan, tidak hanya sekadar kemampuan kita berbuat, tapi rahmat Tuhan juga untuk tanah air ini, sungguh luar biasa.

Banyak sumber-sumber minyak yang sebenarnya sudah diketahui sejak zaman Belanda. Tetapi, waktu itu kondisinya tidak mengizinkan untuk dieksploitir. Hal itu disebabkan karena belum tersedianya perangkat atau teknologi yang memadai, seperti alat-alat berat waktu itu tidak dapat diterbangkan ke tempat sumber kekayaan alam yang akan diambil.

Tetapi sekarang sudah ada Helikopter, yang mana pada waktu di zaman penjajahan Belanda belum ada, dan harga minyak murah. Andaikata kondisi sekarang ini ada pada zaman penjajahan Belanda, tentu minyak ini sudah habis.

Tetapi, Tuhan hanya ingin, ikhlas, menentukan-nya untuk bangsa Indonesia sendiri. Demikian juga sumber-sumber kekayaan alam lainnya, jumlahnya masih banyak. Kebetulan saja kedapatan bahwa ada kondisi-kondisi di luar faktor ekonomi yang menguntungkan bagi kita bangsa Indonesia. Kalau kita mau menyadarinya, bahwa sebenarnya apa yang kita lihat sekarang ini adalah pertolongan Tuhan kepada Bangsa Indonesia untuk dapat bangsa Indonesia nikmati segala rahmat yang diberikan-Nya.

Bumi dan kekayaan alam hanya untuk kita, oleh sebab itu, dan dalam hal ini, tinggal kita lagi bagaimana untuk berbuat sesuatu dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Segala hasil yang dapat itu adalah untuk kita, untuk pemerintah pusat, untuk pemerintah daerah, dan untuk kita secara bersama-sama dapat mengatur pemberian Tuhan, rahmat Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Jangan dia disalahgunakan, jangan dia dihambur-hamburkan tidak keruan, peliharalah dia dengan akhlak yang baik, akhlak yang mendapat tuntunan dan ridho-Nya Allah Swt. Ini semua juga perlu kita ketahui semua sebagai bangsa.

Kita ketahui sekarang bahwa tanah air kita ini suasananya baik, dan sebentar lagi barangkali bantuan-bantuan luar negeri, dia tidak akan diberikan lagi ke Indonesia. Dia akan diberikan ke negara lain yang membutuhkan. Mereka menganggap bahwa Indonesia tidak perlu dibantu. Dan, memang kita malu menjadi negara…!? ’Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, dan kita tidak mau selamanya-tangan kita menjadi tangan di bawah’. Apalagi tanah air kita, adalah tanah yang sangat diberikan rahmat oleh Tuhan yang maha kuasa.

Jadi, untuk inilah sebenarnya, semuanya ini akhirnya bahwa pendidikan-inilah yang menentukan. Oleh sebab itu, perbaikan mutu pendidikan, perbaikan kurikulum pendidikan, dan inilah yang akan menjadi acara dari kami, tidak yang lain! Kami ingin sumber dari segala kebaikan bangsa ialah akhlak bangsa itu sendiri, akhlak yang mempunyai moral yang baik, akhlak berpendidikan yang baik, akhlak yang mendapat tuntunan agama yang sempurna. Dengan demikian barulah bangsa ini berakhlak, dan dengan demikian barulah dia bisa memanfaatkan karunia Ilahi.

Saya pernah tertarik memperhatikan, dan mungkin barangkali kita sering melihat sekarang, ada orang yang mumpung punya kesempatan, memakai kesempatan itu sebanyak-banyaknya tanpa perhitungan. Memang, kita rasai sekarang dengan demikian bahwa nasib perkembangan suatu bangsa yang mula berkembang, ’yang kaya bertambah kaya, yang miskin bertambah miskin’. Itu adalah gejala sosiologis dari masyarakat, sebab yang kaya itulah yang mempunyai kesempatan banyak.

Di lain pihak, saya pun sangat tertarik, pada suatu ketika mendengar kotbah seorang khatib, di dalam kotbahnya dia memisalkan, dengan cerita padi. Sebagaimana Bapak-bapak, Buya-buya dan Ibu-ibu ketahui bahwa memang cerita padi ini, sebagaimana telah digambarkan oleh seorang pengarang Belanda, bernama Setia Budi (Maxapellar), dia sangat suka memakai perkataan Padi ini. Makanya, ada bermacam-macam pepatahnya, semuanya ini dalam bahasa Belanda. ’Dengan tidak bergerak apa-apa padi itu tumbuh, dengan tidak diikuti oleh yang lain padi itu tumbuh dengan sendirinya. Dan, kata Multatuli, mari tunjukkan dimana saya pernah menabur benih. Semuanya sya’ir daripada Multatuli kepada padi’.

Kathib ini juga memberi contoh kepada padi, kalau Ibu-ibu dan Bapak-bapak perhatikan, kalau padi itu tumbuh di sekitar kakus, dia terang akan sangat suburnya, pohon-nya besar-besar, ruas-nya panjang-panjang, dan daun-nya panjang-panjang, begitu banyak, karena banyaknya vitamin yang dia makan. Tetapi jangan diharapkan, dia tidak akan berbuah. Sebab makanan yang dimakannya itu adalah makanan yang kotor, urat dan ruasnya tidak mampu menyaring untuk mencari kebenaran, dan untuk mencari kebersihan dari makanannya itu. Sebab itu, bagaimanapun juga yang dicari itu, kalau tidak atas ridho-Nya Allah Swt., maka dia tidak akan menjadi berkah. Dia tidak akan menjadi selamat, dan tidak membawa keselamatan kepada keluarga secara turun-temurun, walaupun harta itu dipakai turun-temurun. Semua itu membutuhkan pendidikan akhlak yang baik.

Dalam hal memberikan dharma-bakti kepada bangsa dan negara, kita akan bersama-sama memberikan partispasi, ber-fasta-biqulkhairrat, untuk memberikan dharma bakti kita serta untuk memperlihatkan partisipasi kita kepada pemerintah, semoga hal ini akan berhasil, semoga hal ini akan diredhoi Allah Swt. (Unzn)

 

 

 

 

Share1Tweet1Share
Previous Post

YUDO PARIPURNO: MARI WUJUDKAN INDONESIA YANG ADIL SEJAHTERA DIBAWAH RIDHO ALLAH SWT

Next Post

SYEIKH SIRAJUDDIN ABBAS: MENJANGKAU MASA DEPAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARA DENGAN NILAI PENDIDIKAN ISLAMIYAH

Next Post
SYEIKH SIRAJUDDIN ABBAS

SYEIKH SIRAJUDDIN ABBAS: MENJANGKAU MASA DEPAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARA DENGAN NILAI PENDIDIKAN ISLAMIYAH

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Maret 1, 2022
Hakikat Rezeki Tidak Selalu Berupa Materi dan Uang

Hakikat Rezeki Tidak Selalu Berupa Materi dan Uang

Maret 1, 2022
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Ulama Pejuang dari Minang

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Ulama Pejuang dari Minang

Maret 1, 2022
MUSDA PERTI SUMBAR SEBAGAI TONGGAK KONSOLIDASI MENGGAPAI KINERJA

MUSDA PERTI SUMBAR SEBAGAI TONGGAK KONSOLIDASI MENGGAPAI KINERJA

Maret 9, 2023
PERCIKAN API DI UJUNG MERDEKA REPUBLIK INDONESIA KE – 80 TAHUN

PERCIKAN API DI UJUNG MERDEKA REPUBLIK INDONESIA KE – 80 TAHUN

1
Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

0
Hukum Pakai Doa Qunut saat Sholat Subuh Menurut Para Ulama

Hukum Pakai Doa Qunut saat Sholat Subuh Menurut Para Ulama

0
5 Fakta Buya Hamka, Pernah Dibui hingga Karya Sastra Mendunia

5 Fakta Buya Hamka, Pernah Dibui hingga Karya Sastra Mendunia

0
Ilustrasi: GoDiscover.co.id

Pola Pikir Bijak dalam Kehidupan Sehari Hari sebagai Dasar Menjalani Hidup Lebih Tenang

Januari 11, 2026
Ilustrasi/ico/Bengkulu

PILKADA LEWAT DPRD

Januari 10, 2026

KEDEWASAAN & KEMATANGAN JIWA

Januari 7, 2026
HARLAH PPP DI ERA KUHP BARU

HARLAH PPP DI ERA KUHP BARU

Januari 5, 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi: GoDiscover.co.id

Pola Pikir Bijak dalam Kehidupan Sehari Hari sebagai Dasar Menjalani Hidup Lebih Tenang

Januari 11, 2026
Ilustrasi/ico/Bengkulu

PILKADA LEWAT DPRD

Januari 10, 2026

Kategori Artikel

  • Bedah Buku
  • Berita
  • Berita PERTI
  • Cakrawala
  • Hikmah
  • Hukum Budaya
  • Hukum Islam
  • Idul Adha 2023
  • Kabar
  • Khittah
  • Khutbah
  • milad perti
  • Musda
  • Opini
  • Politik
  • Populer
  • resensi buku persaingan usaha
  • resensi buku puisi bertahta
  • Tokoh
  • Tuntunan
  • Uncategorized
  • Video Terbaru

Menu Navigasi

  • ORGANISASI
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links
Persatuan Tarbiyah Islamiyah ( Perti )

Persatuan Tarbiyah Islamiyah adalah organisasi massa Islam di Indonesia. Cikal bakal organisasi ini berawal dari Persatuan Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli pada 5 Mei 1928 di Canduang dan dalam perkembangannya sempat menjadi partai politik bernama Partai Islam PERTI

© 2022 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) - Supported by Malakatech Indonesia .

No Result
View All Result
  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran

© 2022 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) - Supported by Malakatech Indonesia .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In