• ORGANISASI
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links
Selasa, Maret 10, 2026
  • Login
Persatuan Tarbiyah Islamiyah ( Perti )

Alamat Kantor:
DPP PERTI, Jl. Rawamangun No.11, RT.11/RW.2, Rawasari, Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570

  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran
No Result
View All Result
  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran
No Result
View All Result
=
No Result
View All Result
Home Opini

PUASA RAMADHAN 

by Abdul Hamid
Februari 14, 2026
in Opini
1 0
0
Ilustrasi: pinterest.com

Ilustrasi: pinterest.com

PUASA RAMADHAN

(Dari Ritual Individual ke Kesalehan Sosial)

Oleh: *) Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE.

Setiap bulan Ramadhan, masyarakat Muslim mengalami perubahan besar dalam ritme kehidupan. Jam kerja disesuaikan, aktivitas ekonomi meningkat, masjid dan ruang publik dipenuhi kegiatan keagamaan, sementara media sosial ramai dengan konten religius.

Ramadhan tidak sekadar menjadi momentum spiritual, tetapi juga fenomena sosial yang membentuk wajah keberagamaan umat Islam kontemporer. Namun, di tengah semarak itu, pertanyaan mendasar perlu diajukan: sejauh mana puasa benar-benar membentuk kesadaran etis dan sosial, bukan sekadar rutinitas ritual?

Puasa dalam Islam pada dasarnya bukan hanya ibadah menahan lapar dan haus. Al-Qur’an menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan ini tidak semata-mata bermakna hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan, tetapi juga tercermin dalam relasi horizontal dengan sesama manusia. Dengan kata lain, puasa seharusnya melahirkan kesalehan sosial, bukan hanya kesalehan individual.

Secara ideal, puasa melatih pengendalian diri, empati, dan kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Ketika seseorang merasakan lapar dan dahaga, ia diharapkan mampu memahami realitas hidup kaum miskin yang mengalami kekurangan bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun.

Dari sini, puasa seharusnya menjadi sumber etika sosial: mendorong solidaritas, kepedulian, dan keberpihakan pada kelompok rentan.

Namun, realitas sosial sering menunjukkan paradoks. Di bulan puasa justru terjadi peningkatan konsumsi, pemborosan makanan, dan gaya hidup konsumtif.

Tradisi buka bersama, misalnya, sering kali bergeser dari sarana kebersamaan menjadi ajang pamer, eksklusivitas, dan hedonisme.

Melalui data ekonomi bahkan menunjukkan bahwa belanja rumah tangga cenderung meningkat signifikan selama Ramadhan, mulai dari makanan, pakaian, hingga hiburan.

Ironisnya, semangat menahan diri yang menjadi inti puasa justru kalah oleh logika pasar dan budaya konsumsi. Puasa yang semestinya mendidik kesederhanaan malah terjebak dalam praktik berlebih-lebihan.

Di titik ini, puasa berisiko kehilangan makna transformasionalnya dan hanya menjadi ritual tahunan yang bersifat simbolik.

Selain itu, praktik keberagamaan di bulan Ramadhan juga sering terjebak pada formalitas.

Bahwa, ukuran keberhasilan puasa kerap direduksi pada indikator lahiriah: rajin tarawih, tadarus, atau unggahan religius di media sosial. Padahal, esensi puasa tidak terletak pada intensitas simbol keagamaan semata, melainkan pada perubahan sikap hidup: kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kepedulian sosial.

Di sinilah pentingnya membaca puasa secara kritis. Puasa bukan hanya proyek spiritual individual, tetapi juga proyek sosial dan moral. Ia seharusnya membentuk subjek yang lebih peka terhadap ketimpangan, penindasan, dan ketidakadilan.

Dalam konteks masyarakat modern yang sarat kompetisi, konsumerisme, dan krisis solidaritas, puasa justru semakin relevan sebagai latihan etika kemanusiaan.

Lembaga pendidikan, memiliki peran strategis dalam mereaktualisasi makna puasa ini.

Ramadhan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai agenda ritual kampus, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis: bagaimana nilai-nilai puasa diterjemahkan dalam praksis akademik, sosial, dan kebijakan publik.

Karena itu. Puasa perlu pula dibaca sebagai etos intelektual yang mendorong kejujuran ilmiah, keadilan struktural, dan keberpihakan pada kemanusiaan.

Di tingkat individu, puasa semestinya melahirkan kesadaran bahwa menahan diri bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari kebencian, hoaks, kekerasan simbolik, dan eksploitasi sesama.

Puasa melatih disiplin batin untuk tidak mudah menghakimi, tidak serakah, dan tidak abai terhadap penderitaan sosial di sekitar kita.

Dengan demikian, keberhasilan puasa tidak bisa diukur hanya dari selesai atau tidaknya ibadah secara formal, tetapi dari sejauh mana puasa mengubah cara pandang dan cara hidup.

Apakah setelah Ramadhan kita menjadi lebih jujur? Lebih peduli? Lebih adil dalam relasi sosial dan profesional?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang seharusnya menjadi indikator utama keberhasilan puasa.

Pada akhirnya, puasa Ramadhan adalah ibadah transformasional. Ia bukan sekadar ritual spiritual, melainkan proses pembentukan manusia yang utuh: manusia yang sadar diri, sadar sosial, dan sadar kemanusiaan.

Jika puasa hanya berhenti pada menahan lapar, maka ia kehilangan makna terdalamnya. Tetapi jika puasa mampu melahirkan kesalehan sosial, maka Ramadhan benar-benar menjadi ruang pembaruan moral bagi individu dan masyarakat.

*) Penulis adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah – Persatuan Tarbiyah Islamiyah (DPD PERTI) Provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

(Unzn)

ShareTweetShare
Previous Post

RAHASIA ROCKEFELLER — Bagaimana Sekolah Didesain untuk Membentuk Pekerja, Bukan Pemikir

Next Post

MENYIKAPI KEHADIRAN GURU “KREATOR KONTEN (GKK)” DI ERA DIGITAL

Next Post
Ilustrasi: freepik.com

MENYIKAPI KEHADIRAN GURU "KREATOR KONTEN (GKK)" DI ERA DIGITAL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Maret 1, 2022
Hakikat Rezeki Tidak Selalu Berupa Materi dan Uang

Hakikat Rezeki Tidak Selalu Berupa Materi dan Uang

Maret 1, 2022
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Ulama Pejuang dari Minang

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Ulama Pejuang dari Minang

Maret 1, 2022
MUSDA PERTI SUMBAR SEBAGAI TONGGAK KONSOLIDASI MENGGAPAI KINERJA

MUSDA PERTI SUMBAR SEBAGAI TONGGAK KONSOLIDASI MENGGAPAI KINERJA

Maret 9, 2023
PERCIKAN API DI UJUNG MERDEKA REPUBLIK INDONESIA KE – 80 TAHUN

PERCIKAN API DI UJUNG MERDEKA REPUBLIK INDONESIA KE – 80 TAHUN

1
Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

Posisi Islam Diantara Agama-Agama Di Dunia

0
Hukum Pakai Doa Qunut saat Sholat Subuh Menurut Para Ulama

Hukum Pakai Doa Qunut saat Sholat Subuh Menurut Para Ulama

0
5 Fakta Buya Hamka, Pernah Dibui hingga Karya Sastra Mendunia

5 Fakta Buya Hamka, Pernah Dibui hingga Karya Sastra Mendunia

0
Ilustrasi: freepik.com

NUZULUL QUR’AN DAN TANTANGAN GENERASI MUDA

Maret 9, 2026
Ilustrasi. (Desain: inilah.com/ClaudeAi

BERBEDA AWAL RAMADHAN, DEWASA DALAM BERAGAMA

Februari 25, 2026
BIOGRAFI DAN KARYA CERPENIS INDONESIA

BIOGRAFI DAN KARYA CERPENIS INDONESIA

Februari 25, 2026
Telaah Profesor bukan guru besar

Telaah Profesor bukan guru besar

Februari 25, 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi: freepik.com

NUZULUL QUR’AN DAN TANTANGAN GENERASI MUDA

Maret 9, 2026
Ilustrasi. (Desain: inilah.com/ClaudeAi

BERBEDA AWAL RAMADHAN, DEWASA DALAM BERAGAMA

Februari 25, 2026

Kategori Artikel

  • Bedah Buku
  • Berita
  • Berita PERTI
  • Cakrawala
  • Hikmah
  • Hukum Budaya
  • Hukum Islam
  • Idul Adha 2023
  • Kabar
  • Khittah
  • Khutbah
  • milad perti
  • Musda
  • Opini
  • Politik
  • Populer
  • resensi buku persaingan usaha
  • resensi buku puisi bertahta
  • Tokoh
  • Tuntunan
  • Uncategorized
  • Video Terbaru

Menu Navigasi

  • ORGANISASI
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links
Persatuan Tarbiyah Islamiyah ( Perti )

Persatuan Tarbiyah Islamiyah adalah organisasi massa Islam di Indonesia. Cikal bakal organisasi ini berawal dari Persatuan Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli pada 5 Mei 1928 di Canduang dan dalam perkembangannya sempat menjadi partai politik bernama Partai Islam PERTI

© 2022 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) - Supported by Malakatech Indonesia .

No Result
View All Result
  • Home
  • ORGANISASI
    • Profil
      • Sejarah PERTI
      • Muqodimah Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Dasar Perti
      • Anggaran Rumah Tangga Perti
      • Anggota Pimpinan Pusat Perti
      • Lembaga
      • Organisasi Otonom
      • Cabang Istimewa/Luar Negeri
      • Panggung Internasional (Global)
      • Cuplikan, Liputan & Pulikasi Media Massa
    • Ciri Gerakan
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Pembaruan
    • Ideologi
      • Muqaddimah AD/ART
      • Masalah Lima
      • Kepribadian Perti
      • Matan Keyakinan Dan Cita-Cita Hidup Perti
      • Khittah Perti
      • Langkah Perti
    • Dokumen
      • Berita Resmi
      • Tanfidz
      • Laporan
      • Maklumat
      • Surat Edaran
      • Pers Release
    • Badan Khusus
      • Pusat Syiar Digital Perti
      • Perti Aid
      • Perti Covid-19 Comand Center (PCCC)
    • Daftar Anggota
    • Wanita Perti
    • LBH – Perti
    • Koperasi
  • KABAR
  • HIKMAH
  • CAKRAWALA
  • TOKOH
  • TUNTUNAN
  • KHUTBAH
  • GALERI
  • pemuda islam
  • Anggaran

© 2022 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) - Supported by Malakatech Indonesia .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In